Keagungan Kontemplasi


Seperti apa keagungan kontemplasi dapat dibayangkan?

Kontemplasi pertama-tama adalah aktivitas akal budi. Dalam kontemplasi, akal budi dipakai untuk memandangi, mengamati, hingga merasakan. Cara ini membuat apa yang sedang dikontemplasikan menjadi jelas, tercecap dan tampak dekat.

Berkat kontemplasi, orang bisa dihantar menuju kemendalaman hidup. Hidup menjadi mendalam karena menampakkan hakikat kekaguman Ilahi. Kekaguman Ilahi ini sejatinya merupakan induk dari semua kontemplasi.

Keagungan kontemplasi terjadi pada saat Tuhan beristirahat setelah enam hari penciptaan. Pada hari ketujuh itu, Tuhan mengamati kembali seluruh ciptaan-Nya. Hasilnya adalah kekaguman Ilahi, karena semua terlihat sungguh amat baik.

Menemukan kebaikan Allah dengan demikian menjadi tujuan kontemplasi. Pikiran perlu selalu dilatih sehingga secara aktif bisa memandang dengan tajam kebaikan Allah.

Itulah yang sering dilakukan pemazmur. "Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu!" Buah dari kontemplasi itu mendatangkan kebahagiaan. Ini pula yang menjadi keyakinan imannya. "Berbahagialah orang yang berlindung pada Tuhan." |seti