kata-kata kartini



siapa tahu nama ibu fransiskus dari asisi?
tidak banyak yang tahu, saya pun tidak. meskipun si anak yang kemudian menjadi inspirasi bagi banyak orang ini kemana-mana membawa nama asal ibunya: prancis.

begitulah kita,
sering mengabaikan ibu. mengabaikan orang yang pertama mengajar bicara dan mengeja kata-kata memberi nama segala benda di dunia. ibulah yang membukakan dunia anak agar melalui kata-kata si anak dibawa masuk ke dalam dunia manusia, yang memang terbangun dari kata-kata.

hari ini kita memperingati peran seorang ibu, yang berjasa besar, sehingga kita memberinya gelar pahalawan: raden ajeng kartini. dia dipahalawankan bukan karena keperempuannya, tapi karena dia mengawali tindakan menulis dan kemudian diikuti oleh bapak-bapak pendiri bangsa yang lain.

sukarno mengaku terinspirasi kartini, demikian pula dengan tirto adhi suryo, pelopor pers yang dibangkitkan perannya oleh penulis kondang pramoedya ananta toer. para bapak pendiri bangsa mengaku dibukakan pandangannya bahwa dengan menulis dan menerbitkan pemikiran, maka sebuah bangsa lahir.

bangsa indonesia lahir bukan karena kita pernah saling berjumpa satu sama lain. tidak. kita jadi bangsa justru karena kata-kata yang dituliskan dan membangun kesadaran sebagai sebuah bangsa, melampaui sukubangsa-sukubangsa yang telah lebih dahulu ada.

kartini jadi pahlawan, demikian pula dengan para ibu, karena ia memerankan peran eksistensial tadi: membukakan pintu masuk bagi anak-anaknya ke dalam dunia. bahkan, lihatlah... para ibu sering berlagak kekanak-kanakan ketika mengajar anak-anaknya bicara.

ibu, itu seperti tuhan, yang merendahkan diri untuk menjadi sama seperti kita. dia pula [mater] yang mengosongkan diri untuk kehadiran generasi baru yang menggantikannya.
selamat hari kartini, selamat merayakan peran ibu: pembuka jalan bagi generasi baru memasuki dunia. dengan kata-kata.
--
anto