INSOMNIA

Ada perasaan menarik yang saya alami ketika mengalami insomnia. Keadaan di mana kita kesulitan tidur. Ketika insomnia melanda, biasanya badan sudah teramat lelah, mata sudah kelewat mengantuk, pikiran sudah ingin segera beristirahat, sehingga muncul hasrat yang begitu tinggi untuk terlelap. Di situlah menariknya insomnia: semakin kita berusaha begitu rupa mengkondisikan tubuh, mata, dan pikiran untuk segera tertidur, saat itu juga kita makin kesulitan untuk tertidur.
KBBI versi online mencatat, makna dari insomnia adalah: "keadaan tidak dapat tidur karena gangguan jiwa". Wow, gangguan jiwa! Sebuah kenyataan yang cukup mengkhawatirkan. Sebenarnya, hal itu bukan konsep yang sama sekali baru bagi saya. Saking seringnya saya mengalami insomnia, saya jadi kerap merenung mengapa saya mengalaminya. Dugaan saya senada dengan apa yg dicatat KBBI tadi, bahwa diri kita tengah tidak tenang, entah itu disebabkan oleh perasaan atau pikiran kita, yang jelas hal itu membuat mata ini begitu sulit untuk terpejam. Padahal otak dan raga ini sudah sangat lelah dan segera ingin beristirahat.
Tidur adalah keadaan di mana otak dan sebagian organ tubuh lain beristirahat. Berdasarkan pengalaman saya, ketika mengalami insomnia, pikiran atau otaklah yang membuatnya jadi sulit. Otak tidak mau berhenti bekerja karena jiwa juga tidak mau tenang, penuh kekhawatiran. Perasaan khawatir dalam jiwa membuat otak terus bekerja memikirkan kekhawatiran itu. Makanya, belakangan ini sebenarnya mulai muncul kekhawatiran dalam diri saya (lagi-lagi), karena saking seringnya mengalami insomnia, apakah itu berarti jiwa saya sedang tidak tenang? Pikiran saya sedang tidak bening? Karena kemudian saya berkesimpulan bahwa, jiwa yang tenang akan menghadirkan pikiran yang hening, pikiran yang hening akan melihat segala sesuatu dengan bening, nir kekhawatiran yang berlebih. Kondisi yang baik untuk tidur, bagi jiwa yang bening dan tidak terganggu.
Kekuatiran memang meresahkan. Untuk itu, kebutuhan utama manusia adalah ketenangan. Kondisi yg kadang hanya bisa dicapai dengan lelap tidur.
_Sekti