FINISH!!!





Akhirnya sejarah terukir juga... Rio Haryanto, pembalap Indonesia, akhirnya finish juga di balapan F1. “Halah cuma finish saja kok bangga...” Saya yakin celetukan itu banyak bergaung menanggapi keberhasilan Rio tersebut.  Memang sih, Rio finish di urutan terakhir... tapi bukankah tujuan dari perlombaan itu adalah finish? Garis akhir?

Perlombaan memang tidak sama dengan pertandingan. Kalau pertandingan, saling berhadapan dan berduel, tetapi kalau perlombaan itu menempuh jalur yang sama, searah, dan ada tujuannya yaitu garis akhir atau finish. Garis finish-lah yang menjadi pembeda perlombaan dari pertandingan. Masalah berada di urutan berapa, di dalam perlombaan memang menjadi gengsi tersendiri, tetapi tujuan utamanya adalah melampai garis akhir. Ketika mencapai garis akhir, akan ada bendera yang berkibar sebagai ucapan selamat atas perjuangan yang telah ditempuh.

Ingat film kartun the Cars? Pada saat akan melewati garis finish sebagai juara, McQueen (mobil merah yang menjadi lakon di film itu) tiba-tiba menghentikan lajunya. Ia melihat the King, rivalnya, mengalami kecelakaan dan keluar dari arena. McQueen pun lalu menjauh dari garis finish dan menuju ke arah the King. Mc Queen berusaha menolong the King untuk memasuki garis finish dengan mendorongnya. Meskipun akhirnya mereka didahului oleh Chick, yang akhirnya menjadi juara, tetapi yang menjadi tujuan utama McQueen adalah menolong rekannya mencapai garis finish meskipun dengan tertatih. Ini menggambarkan bagaimana mencapai garis finish itu adalah hal yang terpenting dalam sebuah perlombaan.

Rio Haryanto telah mencapai finish! Dan ini adalah prestasi luar biasa! Bagaimana dengan kita? Apakah tujuan kita telah kita capai? Meskipun tertatih dan harus bersusah payah, apa pun yang terjadi ayunkan terus langkah kita mencapai garis finish dan akan kita jumpai kibaran bendera sebagai ucapan, “Selamat Datang Sang Pejuang Sejati!”. (dpp)