Esuk Dhele Sore Tempe

Ada ungkapan dalam bahasa Jawa “esuk dhele, sore tempe” yang artinya “pagi kedelai, sore berubah tempe.” Ungkapan ini dipakai untuk menunjuk sikap, keputusan, perilaku orang yang tidak konsisten. Omongan, janji atau informasi yang diberikan orang yang tidak konsisten itu tidak bisa dipercayai. Di waktu yang berbeda, yang dikatankannya bisa berbeda bahkan berkebalikan sama sekali. Orang yang tidak konsisten lebih memilih mencari selamat, untung dan nasib baik. Ia tidak mau dan tidak berani menanggung resiko serta konsekuensi dari perkataan yang sudah diucapkannya. Ia tidak segan menjilat ludah sendiri kalau dengan cara itu ia mendapatkan selamat, untung atau nasib baik itu.



Para politikus yang berpolitik tanpa nurani adalah contoh paling jelas dari kecenderungan tidak konsisten ini. Ungkapan bahwa tidak ada yang abadi kecuali kepentingan adalah pembenar sikap, keputusan dan perilaku tidak konsisten ini. Mereka tidak segan untuk merangkul atau menyerah bahkan kalau perlu menjilat kepada lawan apabila lawan itu bisa berubah menjadi kawan yang memberi keselamatan, keuntungan dan nasib baik kepada diri dan kelompoknya. Mereka juga bisa dengan tenang tanpa risih di hati mencelakakan kawan demi tercapainya keinginan. Intrik pun akan dilakukan, fitnah ditebarkan, kebohongan dikemukakan apabila dengan itu mereka dapat meraih tujuan.

Kebalikan dari kecenderungan tidak konsisten adalah orang yang konsekuen. Ia bertanggung jawab atas ucapannya. Ia bebas kepentingan. Yang diinginkan adalah menyuburnya kesejahteraan, tegaknya keadilan dan kebenaran dan lestarinya kehidupan bersama yang diwarnai suasana rukun-ramah.

Gemuruh bahkan gonjang-ganjing dunia perpolitikan belakangan ini menunjukkan pertarungan dua kecenderungan itu. Semoga politikus berhati nurani semakin memenangkan pertarungan dan para politikus yang tidak konsisten dan tidak konsekuen semakin tersisih dan menghilang. Sebuah harapan? Setidaknya masih ada harapan. Setidaknya ada bukti makin hari makin banyak politikus berhati nurani, yang konsisten, yang konsekuen.