banyak gaya



Zaman dahulu kala, seorang bijak pernah bertutur:
"Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak: biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen."

Apa istimewanya semut, sehingga orang bijak tertarik menjadikannya teladan? Nampaknya semut memang memiliki cara dan gaya hidup tertentu. Bagaimana mereka berjalan, bekerja dan bekerja sama. 

Gaya hidup memang bukan sekadar apa yang nampak dari luar. Seperti di zaman ini, di mana ada fenomena shoppingnongki-nongki cantik, nge-sosmed, ngafe, dan semacamnya. Padahal, gaya hidup tidak sekadar berbicara mengenai perilaku, melainkan nilai-nilai yang terkandung di dalam perilaku tersebut. Dengan demikian, gaya hidup mencakup sesuatu yang lebih dalam dan kompleks serta menyangkut eksistensi diri manusia. 

Nilai. Value. Gaya juga perkara nilai. Setiap gaya hidup tersebut mengandung nilai-nilai yang kontekstual dan mencoba untuk menjawab persoalan riil. Dan biasanya, nilai yang melahirkan gaya hidup itu lahir dari pengalaman nyata. Gaya hidup perdamaian lahir dari pergumulan akan perang, perpecahan, persengketaan, yang seringkali mewarnai kehidupan manusia. Semua itu disadari sebagai sesuatu yang destruktif bagi kelangsungan hidup manusia di dunia. Demikian pula, “GO GREEN” menjadi seruan yang kuat ketika manusia menyadari kehancuran lingkungan yang massif yang disebabkan oleh keteledoran manusia, yang tentunya cepat atau lambat akan berimbas pada kelangsungan hidup manusia. 

Agama - selain budaya - notabene adalah salah satu penyumbang nilai terbesar dalam kehidupan manusia. Sayangnya, sering terjadi gap antara nilai dan gaya yang mewujud. Entah karena nilai itu kurang dipahami dan digali, atau umat hanya melihat dan menirukan apa yang nampak. Kulit luar. Artifisial. Atau, orang beragama memang kebanyakan gaya. Gaya memang menyilaukan dan menggiurkan. Sering, bersama kilaunya, nilai justru diletakkan di sudut gelap.

Barangkali (orang ber-)agama perlu belajar bijak dari hal-hal sederhana yang menghidupi nilai luar biasa.

_betha