BANGKIT, PERJUANGKANLAH CINTA!



Ketika bahasa cinta berbicara, selalu ada ruang-ruang harapan yang dapat dijalani. Ruang yang barangkali selama ini gelap dan sepi. Bahasa cinta adalah bahasa yang bisa diekspresikan siapa saja, serta dapat diterima, dimengerti dan dirasakan oleh siapa saja. Demikianlah cinta selalu berhasil menembus batas dan sekat yang biasanya menyumbat.

Bahasa cinta itu begitu lantang terdengar di sebuah perayaan Paskah di GKJ Bekasi. Perayaan kebangkitan Kristus, Tuhan Sang Mahacinta. Bayangkan, tema Masaraya Paskah yang dipilih oleh GKJ Bekasi adalah: "Bangkit, Perjuangkanlah Cinta!" Cinta memang bukan hanya indah dilagukan atau dikhotbahkan, melainkan lebih indah ketika diwujudkan. GKJ Bekasi melakukannya dalam program "Kunjungan Cinta" dan "Bertemu dalam Seni". Setiap kelompok melakukan perkunjungan ke panti asuhan, panti jompo, panti sosial non-Kristen. Setelah perkunjungan diadakan sarasehan untuk berbagi cerita dan refleksi atasnya. Kegiatan indah yang memang dijiwai tema tahun 2016: “Memperkuat Pondasi Iman Untuk Memperlebar Pintu Kasih”.

Menyatakan cinta kepada sesama melalui berbagai cara tidaklah mudah. Dibutuhkan sebuah komitmen untuk terus mau memperjuangkannya, bertahan dari setiap halangan yang menyurutkan perjuangan. Dalam berjuang, tentu membutuhkan keaktifan bukan kepasifan. Aktif artinya tidak tinggal diam, penuh inisiatif dan kreativitas. Perjuangan dimulai dari diri sendiri, disertai kemauan untuk memulai lebih dulu dan disertai ide-ide yang kreatif.  Sudah saatnya cinta kasih diperjuangkan bagi sesama melalui perbuatan yang nyata.

Di samping "kunjungan cinta", jemaat GKJ Bekasi larut dalam perayaan cinta bersama para pejuang cinta dari Pondok Pesantren Assallam, Ciawi, Bogor. Pondok Pesantren yang didirikan oleh Kyai Ali Kohir ini awalnya didirikan untuk menampung dan mendidik anak-anak jalanan. Seiring waktu, makin banyak anak dhuafa yg bergabung.  Saat ini Pondok Pesantren dihuni oleh 35 orang santri dan 5 pendamping (uztad). Bahasa pengantar sehari-hari adalah bahasa Inggris. Tak sedikit santri yang juga memberikan kursus untuk para murid sekolah. Bahkan, kyai Ali Kohir mengundang para pemuda GKJ Bekasi untuk live in di Pondok Pesantren Assallam pada Bulan Ramadhan yang akan datang.

Perayaan cinta ini juga  tertuang dalam ibadah Paskah di ketiga jam ibadah. Tujuh santri dari Pondok Pesantren Assallam hadir, bahkan menyanyikan tiga lagu. Hal itu membuat sebagian besar jemaat terkejut, namun juga trenyuh, terharu, menitikkan air mata. Lagu "Havenu Syalom" dinyanyikan dalam versi bahasa Arab. Disusul sebuah lagu dalam bahasa Arab. Diakhiri dengan lagu “Persembahanku” yang dipopulerkan oleh Nikita. Seusai ibadah, beberapa jemaat bersaksi, “Kok bisa ya mbak, mendengar lagu mereka kita jadi terharu dan nangis, padahal lagu itu kan sering dinyanyikan oleh kita. tapi kok kita tidak merasakan seperti sekarang?" 

Paskah adalah kisah cinta Allah kepada manusia. Pesan cinta itulah yang pantas disemai dan disebarluaskan. Bahasa cinta terbukti selalu merasuk ke relung-relung hati manusia. Ya, sesama manusia.

Bangkit, perjuangkanlah cinta!

|temy