Arogansi






Pernah suatu waktu di tahun 1968, di sebuah kecamatan di Wonogiri, ada sebuah pohon besar yang dianggap berpenunggu. Hampir setiap orang di sekitarnya tak mau sembarangan berlaku. Tapi ada sekelompok kecil Komunitas Kristen yang kemudian menebangnya menjadikannya bahan untuk gedung Gereja. Alkisah pohon tua itupun tumbang, Kekristenan menjadi berkembang. Pertempuran telah dimenangkan.

Masa kini, menunjukkan kuasa dan arogansi rupanya masih dianggap efektif untuk maju di depan. Mencari simpati dan pengikut. Menundukkan persona yang lain, setan-lah, penyakit-lah, hutang dan masalah-lah, masih sering dipakai untuk mencari pengikut. Alih-alih belajar memahami liyan sebagai tetangga dengan kebaikan dan keburukannya, menantang dan mengalahkan malah menjadi pilihan pertama.

Ada kutuk disana..."Orang yang hidup dalam jalan pedang akan tertikam juga olehnya" (DSP)