api dapur



semua arsitek tahu, demikian pula ibu-ibu, bahwa ruang paling mahal dari sebuah rumah adalah dapur. di ruang itulah teknologi mutakhir tentang rumah dipasang: ada instalasi air, ada kompor dengan pengaturan besar-kecilnya api, ada banyak peralatan yang harus tahan asam, tahan benturan, tahan goresan, tahan irisan, ada minyak panas, ada berbagai bumbu yang baunya bikin mata menetes atau pun bikin kita bersin-bersin...

pokoknya, dapur adalah ruang hebat.
tidak ada ruang lain dalam rumah yang bisa menyamai kompleksitasnya.

dapur juga adalah ruang tertua dari sebuah rumah. sebelum orang butuh ruang khusus untuk tidur, mandi, menerima tamu dsb. sebelum ruang lain ada, sudah ada perapian, tempat orang berkumpul untuk kehangatan dan terangnya, untuk berbagi obrolan, memproduksi makanan dengan segala kompleksitas persiapannya. dapur adalah ruang paling lengkap fungsinya.

kompleksitas fungsi dapur itu berpusatkan pada perapian.
api merupakan pencipta [generator] aktivitas. api dengan terang dan kehangatannya menggerakkan orang untuk berkumpul di sekitarnya, juga membagi-bagi kegiatan orang menurut kadar terang gelapnya. api juga menciptakan hirarkhi: hanya orang-orang penitng yang berada di sekitarnya, dan orang-orang biasa yang jauh darinya. secara simbolik, api adalah lambang kekuasaan.

penguasa ruang istimewa itu siapa lagi bila bukan ibu.
hanya ibu yang trampil menguasai api. menjinakkan dengan mengatur dan memperbesar nyalanya. hanya ibu sajalah yang menjadi generator dari seluruh ritus yang berlangsung di inti rumah.

tidak heran, bila rumah adalah ranah perempuan.  dan rumah hanyalah perluasan dari ranah kekuasaan ibu itu: perapian dan dapur. 

di dapur, atau di pusat rumah, api selalu tersedia.
juga di istana jawa, selalu ada api yang tidak pernah padam. suatu simbol arkhaik tentang rumah mula-mula dan simbol generator kehidupan keluarga.  

sayang, simbol ini tidak hadir dalam "rumah tuhan" pada masa kini.
mungkin karena kita telah menyingkirkan peran ibu dalam ibadah-ibadah kita.
ah..sudahlah!
-- 
anto