Anjing





Anjing dikenal sebagai hewan yang setia. Orang Jawa menyebut binatang berkaki empat itu asu. Entah mengapa, banyak orang suka menyebut binatang yang pintar menggonggong itu. Apakah karena sifat setia yang dimiliki si anjing?

Kita bisa amati, orang yang sedang jengkel, senang sekali memanggil-manggil si asu. Bisa dengan suara keras, bisa juga dengan nada pelan. Bahkan, ada juga yang menyebutnya berulang-ulang. Tidak cukup sekali, seperti orang berlitani. Sejatinya, di manakah pesona si anjing atau asu itu? Hingga banyak orang tertarik untuk menyebut berulang-ulang?

Anehnya, orang yang suka memanggil-manggil asu itu belum tentu memeliharanya. Orang yang dengan tega makan dagingnya pun suatu ketika juga memanggil-manggil asu.

Mempertimbangkan popularitas anjing atau asu tadi, selayaknya manusia berterima kasih kepadanya. Ya, kesetiaan sang anjing, telah teruji. Ketika kita jengkel, betapa kita langsung ingat dengan binatang itu.  Siapa tahu, dalam diri si asu, ada kebaikan Tuhan yang pantas diingat, sekalipun kita sedang marah atau jengkel. |seti