ada gula ada semut [cicak jugak!]

Cicak
cicak di dinding

dulu, sering mendengar keluhan teman kos, bahwa kopi yang telah terseduh di gelasnya kecemplungan cicak.
tidak hanya satu atau dua, tetapi banyak teman pernah marah-marah hanya karena ada cicak ikut-ikutan minum kopinya.

apakah cicak suka dengan kopi? rupanya tidak.
cicak lebih suka menghampiri cangkir kopi kita karena manisnya. ya, cicak suka yang manis-manis.
beberapa kali saya melihat cicak menelan bulir-bulir nasi, atau 'upa" dalam bahasa jawa.
nasi memang manis, dan cicak suka manis.

tapi kisah semacam itu sudah berlalu.
saya dan teman-teman sekarang tidak pernah lagi membubuhi kopi dengan gula. kami hanya ngopi dengan kopi plus air panas saja.
kadang-kadang memang dengan pisang goreng, yang karena manisnya juga sering menjadi pasangan minum kopi.

malam ini saya ngopi dengan pisang goreng bikinan istri.
tidak ada cicak yang mengintip, baik di plafon maupun di dinding.
tenaaang...

manisnya pisang goreng itu beda dari manisnya gula pasir. entah apa itu. yang jelas, beda dari semut yang menyukai gula pasir, ciciak enggak.
justru itulah musuh dalem selimut sebenarnya!