KETIKA VIA DOLOROSA

KETIKA VIA DOLOROSA…

BAGAIMANAKAH KITA…..

KETIKA ARAK-ARAKAN GADUH MELINTAS YERUSALEM

MENEBAR AROMA KEMATIAN

KETIKA CEMETI-CEMETI BERUJUNG MATA KAIL TAJAM

TERAYUN MEROBEK-ROBEK KULIT KURUS KERING…

BAU ANYIR DARAH MENYERUAK DI LORONG KOTA HINGGA GOLGOTA

BAGAIMANAKAH KITA…?

GOLGOTA…….!!…..HANYA BEBATUAN DAN KERIKIL TAJAM

MENYONGSONG HADIRNYA

ORANG-ORANG DAN IBLIS HAUS DARAH BERTERIAK-TERIAK KEGIRANGAN

SALIBKAN DIA….BUNUH DIA…..

DI MANAKAH KITA…?:

KAYU SALIB KASAR….PAKU BESAR….MAHKOTA DURI….LEMBING TAJAM

MENANCAP…MENGHUJAM…..MEROBEK KULITNYA….

MENGGENAPKAN PENDERITAAN…..

ADA TERIAKAN MELENGKING

“ BAPAKU…MENGAPA ENGKAU MENINGGALKAN AKU..”

HINGGA AKHIRNYA ,,,”SUDAH SELESAI”

BAGAIMANAKAH KITA…?

MUNGKIN KITA MENANGIS…..!!

HANYA RUTINITAS TAHUNAN….BIASA SAJA…

HANYA HISTERIA SESAAT…… BIASA SAJA

SETELAH ITU KEMBALI SEMULA …. BIASA SAJA..

TAK BERUBAH…TAK BERGEMING……

KADANG KEMBALI MENYALIBKANNYA KEMBALI UNTUK KE SEKIAN KALI

DENGAN ANGAN …DENGAN KATA…DENGAN SIKAP DAN LAKU KITA…

KADANG BERTERIAK LANTANG..”AKU TAK KENAL DIA..”

MASIH SEPERTI BIASA….!!

HARI INI TUHAN MENGUSAP BAHU KITA DENGAN TANGAN

YANG BERLUBANG PAKU….MENYAPA KITA :

“CAWAN ITU SUDAH KUREGUK TUNTAS..

ENGKAU TELAH KUTEBUS DENGAN DARAH, DAGING

DAN PENDERITAANKU…”

(puisi karya D.S. Kuncoro)