Ketika Adi Melukis Makam







Ada banyak makam di dekat GKJ Ngentakrejo. Makam Kyai Kidang Wulung di sebelah utara, Kyai Mas di sebelah selatan. Tak jauh dari Kyai Kidang Wulung ada Kyai Murtinggi. Di dekat Kyai Mas ada Kyai Kertiwijoyo.

Di makam itulah, warga GKJ Ngentakrejo yang telah berpulang dimakamkan. Berdampingan dengan warga masyarakat umum. Jadilah makam-makam itu menjadi tempat peristirahatan dari semua agama yang ada di Ngentakrejo.

Waktu cerita paskah dalam ibadah anak GKJ Ngentakrejo, kuminta anak-anak melukis makam. Ya, makam yang pernah mereka kunjungi.

Adalah lukisan Adi, bocah yang belum genap 12 tahun, yang menarik perhatianku. Dalam lukisan itu, tidak ada kesan seram. Makam tergambar dengan warna-warni nan cerah, seolah bicara soal nagri kang endah. Apa yang membuat Adi bisa mewartakan keindahan makam lewat lukisannya?

Ibunda Adi belum lama meninggal. Dia anak terkecil. Kuteringat, dialah satu-satunya anak yang kala pelepasan jenazah sang ibu menangis bersamaku. Menariknya, kini dia bisa melukis makam begitu indah dengan aura semringah. Apakah Adi sedang membahasakan tentang kebahagiaan kekal sang bunda? [seti

kakintun kinanthi sêmbah bêkti dumugèng megatruh