bahan PA

Ke arah mana perkembangan berteologi lokal di GKJ

Ketika gagasan berteologi lokal itu mulai dicetuskan sejatinya praktek berteologi lokal sudah berjalan (terjadi), namun tidak diperhatikan apalagi diberi tempat dalam kehidupan bergereja. Setelah gagasan berteologi lokal itu menjadi gerakan (sidang sinode GKJ tahun 2006) praktek-praktek berteologi lokal itu mendapat perhatian sehingga makin hari makin kelihatan bahwa di banyak gereja praktek berteologi lokal itu sebenarnya ada. Praktek-praktek itu menunjukkan di satu pihak perlu dukungan untuk pengembangan praktek-praktek itu, di lain pihak menjadi harapan yang realistis bahwa akan terjadi persebaran (saling penularan) pengembangan berteologi lokal. Oleh sebab itu penerbitan dan penyebaran buku yang memuat praktek-praktek berteologi lokal di beberapa gereja itu sungguh merupakan kebutuhan bahkan cukup mendesak.

Beberapa praktek berteologi lokal, yang layak mendapat perhatian dan dukungan pengembangannya itu antara lain

1. Ibadah musim tanam dan panen GKJ Kemadang

GKJ Kemadang, klasis Gunung Kidul sudah bertahun-tahun melakukan ibadah mengawali musim tanam dan juga musim panen. Di ibadah itu alat-alat bertani disucikan sebelum dipakai. Sebenarnya ada banyak gereja yang warganya adalah kaum tani. Penyebaran informasi tentang praktek ini secara lengkap akan menjadi inspirasi gereja lain dalam berteologi lokal berkenaan dengan pertanian.

2. Ibadah dengan ketoprak atau wayang GKJ Purworejo

GKJ Purworejo, klasis Purworejo sudah berulang kali melakukan ibadah yang pada kotbah disampaikan bukan secara monolog oleh pendeta tetapi digantikan dengan ketoprak atau wayang orang. Penyebaran informasi tentang praktek ini secara lengkap akan menjadi inspirasi gereja lain dalam berteologi lokal berkenaan dengan budaya khususnya kesenian lokal

3. Ibadah dengan kentrung GKJ Pituruh

GKJ Pituruh, klasis Purworejo sudah cukup lama mempraktekkan ibadah dengan iringan kentrung. Juga berkolaborasi dengan grup kentrung menggelar wayang kulit dengan dalang pendeta GKJ Pituruh. Penyebaran informasi tentang praktek ini secara lengkap akan menginspirasi gereja dalam berteologi lokal berkenaan dengan alat music dan penciptaan nyanyian-nyanyian untuk ibadah yang dihidupi oleh jemaat di gereja itu.

4. Ibadah hari-hari istimewa (misal hari bumi, dll) GKJ Dagen Palur

GKJ Dagen Palur, klasis Sala, sudah sering menyelenggarakan ibadah hari-hari istimewa, seperti halnya habi bumi, dll. Penyebaran informasi tentang praktek ini secara lengkap akan menginspirasi gereja lain dalam berteologi lokal berkenaan dengana praktek hidup yang dijalani oleh jemaat di gereja itu.

5. Gedung gereja “Sami Rukun” GKJ Majasanga, Sala

GKJ Majasanga, klasis Sala, membangun gedung gereja dengan model yang sangat memperhatikan relasi gereja itu dengan masyarakat lingkungan. Penyebaran informasi tentang praktek ini secara lengkap akan menginspirasi gereja lain dalam berteologi lokal berkenaan dengan gedung/alat ibadah dan relasi gereja dengan masyarakat lingkungan

6. Lukisan sebagai media pewartaan GKJ Kalipenten, Kukonprogo

GKJ Kalipenten, klasis Kulonprogo sudah cukup lama memproduksi lukisan batik sebagai media pewartaan. Penyebaran informasi tentang praktek ini secara lengkap akan menginspirasi gereja lain dalam berteologi lokal berkenaan dengan budaya khususnya kesenian lokal, seperti hal nya batik, dll.