Alam-alaman Suci

Thong-thung-thong... sayup-sayup terdengar bunyi kentong. Tidak berdurasi lama, karena gempa hari Selasa pagi, 29 Maret 2016 kemarin memang tak begitu terasa. Namun demikian, agak lama aku terjaga. Haruskah ku segra berlari keluar?

Andaikata gempa yang terjadi seperti pada 2006 lalu, bagaimana aku menyelamatkan diri? Pastori yang berada di lantai atas, akses menuju pintu gerbang keluar yang perlu menyusuri anak tangga, memang menyulitkan jalur evakuasi diri. Belum lagi pintu gerbang yang berkunci gembok. Mungkinkah aku selamat bila terjadi gempa yang dahsyat?






Pada acara bible kemarin siang, aku cerita tentang ketakutanku pada ibu-ibu. Aku pun minta saran, sebaiknya tetap bertahan di atas, atau lari ke bawah bila pagi-pagi ada gempa lagi. Adalah Ibu Ngatirah yang menyarankan supaya tetap di atas saja, dan berdoa mohon perlindungan Tuhan. "Paling-paling mangke namung kerubuhan buku-buku, Pak", Bu Ngatirah memberi penekanan. Maklum, aku biasa tidur di ruang belajar, yang dikelilingi buku-buku menempel di tembok. Rupanya ibu-ibu yang lain pun setuju. Daripada turun ke bawah dengan melewati jalur yang riskan. Ya, tetap di atas dipandang lebih aman.






Mengapa berdoa kepada Tuhan menjadi relevan ketika manusia ketakutan? Ketika aku berjaga, hal pertama yang kulakukan pun berdoa. "Asalkan aku bersama-Mu, ya Tuhan, tidak ada peristiwa yang luput dari rahmat dan cinta-Mu."
Usai berdoa hatiku pun tak gelisah lagi. Entah karena sudah bisa berserah, atau karena gempanya sudah berlalu. Bagaimanapun, doa ternyata memiliki daya magis. Punya kekuatan lebih. Ya, doa menghubungkan keterbatasan insani kepada ketakberhinggaan yang Ilahi.  

Kisah penampakan Tuhan kepada para murid yang kala itu ketakutan, menerangkan tentang kekuatan doa. Keilahian Tuhan menembus tembok ketakutan para murid. Berkat persekutuan doa itu, para murid dapat melihat Tuhan. Dan, pengalaman doa benar-benar mengubah ketakutan menjadi sukacita.
Itu terjadi karena Tuhan bersama mereka. Ruang yang semula dipenuhi rasa takut  kini diliputi sukacita. Doa adalah sebuah kemungkinan alam-alaman suci terjadi berkat kehadiran Hyang Ilahi. [seti