Skip to main content

Posts

Featured

PEMBATAS

Seringkali terjadi agama, tepatnya lembaga agama, itu menjadi pembatas dan pembeda antar manusia. Orang yang satu dibedakan dan dibatasi keberadaannya oleh agama yang secara formal atau resmi dipeluknya. Pembedaan dan pembatasan keberadaan itu ditentukan oleh lembaga agama yang diikuti, ajaran dan aturan agama yang dilakukan, pemimpin agama yang diteladani. 
Berdasarkan paham yang demikian ini, maka beriman dimaknai lebih sebagai keterikatan orang itu dengan lembaga agama yang diikuti. Lembaga agama Kristen, misalnya, menganggap sebutan beriman itu hanya bagi mereka yang memeluk agama Kristen. Sedangkan yang tidak memeluk agama Kristen adalah bukan orang beriman. Lembaga agama lain juga memiliki anggapan yang demikian. Anggapan demikian itu juga menjadi penentu sikap terhadap orang lain. Kalau mereka yang dianggap beriman disikapi dan diperlakukan sebagai saudara, maka mereka yang dianggap tidak/bukan beriman disikapi dan diperlakukan bukan sebagai saudara. Bahkan bisa terjadi orang la…

Latest Posts

Dasar Ndeso....

Tergusurnya Dunia Anak

mudik sebagai arus balik

tangan dan kewenangan

MELAWAN KEPICIKAN DENGAN KETERBUKAAN MEMBANGUN RELASI

SIAPAKAH SESAMAKU WARGA NEGARA INDONESIA?

kesetaraan jahe

small is beautiful [but big is powerfull]

Hari Minggu Palma ini Memang Beda